Sering Cukur Rambut Ketiak Berbahaya



TKJ Blog - Terlalu sering mencukur bulu ketiak bisa merusak keseimbangan kulit ketiak. Menggosok ketiak dengan deodoran roll-on pun tak boleh asal-asalan.

Tak ada orang yang mau mempunyai kulit ketiak berwarna gelap. Apalagi bila si empunya ketiak berkulit putih. Maunya, bagian permukaan kulit yang letaknya tersembunyi di bawah lengan itu sewarna dengan kulit di bagian tubuh yang lain. Lantaran tak ingin bulu ketiak tumbuh lebat, orang sering mencukur bulu-bulu tersebut.

"Memang, kulit dapat beregenerasi secara alami. Namun kebiasaan bercukur yang terlalu sering malah menyebabkan rusaknya keseimbangan alami kulit ketiak," kata Abraham Arimuko, dokter spesialis kulit dari Senopati Skin Center di gedung Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis pekan lalu, 14 Juni 2012.

Abraham mengingatkan, terlalu sering mencukur bulu ketiak akan membuat sel kulit yang belum siap tumbuh teriritasi. Buntutnya, kata dia, "Kulit ketiak menjadi kasar, kering, dan berubah warna menjadi lebih gelap."

Kulit ketiak merupakan bagian kulit tubuh yang sangat unik. Keadaannya sangat lembut dan mudah terluka karena komposisi kelembapannya berbeda dengan bagian kulit yang lain. Kulit ketiak lebih banyak mengandung kolesterol dan ceramides alias sel pembentuk pertahanan kulit yang membentengi organisme di kulit luar manusia. Lantaran mengandung lebih banyak ceramides, kulit ketiak menjadi lebih tipis dan tidak fleksibel.

"Kulit yang tipis dan tidak fleksibel ini mudah terluka, terutama saat bercukur. Orang sering tidak menyadari hal itu," kata Abraham. Saat bercukur, sepertiga bagian kulit ketiak terluar ikut tercukur. Sepertiga bagian kulit yang hilang akibat tercukur ini sama dengan 2-3 miligram kulit dengan sel kulit ibunya.

Selain akibat aktivitas mencukur yang berlebihan, ujar Abraham, kulit ketiak dapat teriritasi karena pemakaian roll-on pada deodoran atau pewangi ketiak. Bukan zat dalam roll-on yang  bisa mengiritasi kulit, tetapi cara pemakaian roll-on yang cenderung sembarangan. Asal diputar-putar, beres! Padahal, penggunaan roll-on ada tekniknya. Selain dilakukan secara hati-hati dan perlahan, kata Abraham, "Sebaiknya roll-on digosokkan secara lembut dan searah agar tidak melukai kulit ketiak."

Adapun penggunaan deodoran semprot sebaiknya dilakukan dengan jarak tertentu dari kulit ketiak. Abraham menyebut kira-kira berjarak 15 sentimeter. Jarak ini dapat meredam tekanan yang timbul di kulit terluar ketiak saat deodoran disemprotkan.

Jika kulit ketiak telanjur mengalami iritasi, hal itu bisa diperbaiki dengan krim atau deodoran yang mengandung vitamin E dan F. Deodoran yang mengandung seperempat mosturizing atau pelembap juga sangat membantu karena dapat menutrisi kulit ketiak dari dalam. Saran lain, gunakan minyak yang dibuat dari ekstrak biji bunga matahari dan licorice (tanaman akar manis). Ekstrak biji bunga matahari, sekadar gambaran, mengandung asam linoleat atau lemak tak jenuh yang mengandung Omega 6 yang berguna bagi pemenuhan nutrisi dalam tubuh manusia.

Menurut Abraham, mamalia--terutama manusia--yang kekurangan asam linoleat akan mengalami kekurangan gizi, rambut rontok, dan luka sukar sembuh. Dengan pemenuhan nutrisi melalui Omega 6, luka akibat iritasi, termasuk di ketiak, menjadi mudah disembuhkan.

Ihwal pentingnya merawat ketiak, hasil riset aplikatif yang dilakukan salah satu produk kecantikan pada 2011 layak ditengok. Penelitian yang dilakukan terhadap 1.200 perempuan berusia 20-50 tahun di 10 kota di Indonesia itu menunjukkan bahwa 94 persen responden menganggap ketiak adalah aset kecantikan mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar