Kecoa Madagaskar: Desis yang Memikat

http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/resources/phil_myers/blattaria/hissing_cockroach2.jpg/medium.jpg 

Kecoa Madagaskar merupakan salah satu kecoa terbesar yang ada di bumi ini. Kecoa yang bisa mencapai panjang tubuh hingga 8 sentimeter berwarna hitam dan coklat.

Tidak seperti kecoa yang sering kita temui, kecoa ini memiliki keunikan tersendiri sehingga memikat orang untuk menjadikannya hewan kesayangan atau peliharaan. Keunikan yang dimilikinya adalah dapat mengeluarkan bunyi atau desisan saat tubuhnya ditekan.

Hissing Cockroach atau kecoa berdesis, demikian kecoa ini dikenal dikalangan pencintanya. Selain memiliki Exoskeleton yang keras sebagai pelindung diri, desis nyaring yang dihasilkan ternyata salah satu senjata andalan yang digunakannya untuk mengejutkan pemangsa/predator.

Sebagai makhluk pra-sejarah yang tidak banyak bermutasi bentuk, kecoa ini berasal dari Hutan Madagaskar yang terletak di sebelah timur Afrika. Selama berada di habitat asalnya, kecoa Madagaskar memperoleh makan dari daun-daun yang jatuh ke tanah untuk bertahan hidup. Secara tidak langsung kotoran yang dikeluarkan kecoa ini memberikan dampak pada kesuburan hutan.

Temperatur hutan Madagaskar yang tidak menentu membuat kecoa ini dapat bertahan dalam kondisi suhu atau temperatur apapun. Namun, saat musim kawin, suhu sebesar 85 derajat Fahrenheit suhu paling tepat diberikan di lingkungannya. Ketahanannya untuk hidup dalam kondisi apapun membuat kecoa ini semakin digemari sebagai hewan kesayangan.

Memelihara hewan ini tidak sulit ataupun merepotkan. Gerakan yang lebih lambat dari kecoa yang sering kita temui di rumah membuat kita tidak kerepotan dalam menangganinya. Handling sangat mudah dilakukan, selama mereka tidak merasa terancam, mereka tidak akan berusaha kabur atau lari jika dipegang ditelapak tangan kita.

Kenyamanan kandang perlu kita jaga. Bahkan kita dapat mendesain tempat tinggalnya mirip seperti habitat aslinya di hutan. Berbagai macam media atau substrat dapat digunakan sebagai tempat tinggalnya. Namun, tetarium yang diisi oleh pasir atau serbuk kayu adalah yang terbaik. Kita bisa tambahkan sepotong kayu ke dalam kandang sebagai tempat persembunyiannya.

Kecoa yang paling tahan terhadap radiasi ini tidak bersayap. Hal ini jangan membuat anda lengah. Walaupun dia tidak bisa terbang, namun kecoa ini dapat merayap keluar kandang. Untuk itu, sebaiknya anda menyiapkan sebuah ram kawat pada bagian atas tetarium sebagai penutup kandang. Anda juga bisa mengolesi seluruh sisi tetarium bagian atas dengan cairan lilin. Cairan lilin ini berfungsi sebagai pelicin sehingga kecoa tidak bisa dengan mudah merayap ke atas tetarium.

Untuk makanannya, kecoa Madagaskar bisa diberikan makanan kucing (cat food) atau anjing (dog food). Bahkan untuk variasi supaya kecoa Madagaskar anda tidak bosan berikan makanan berupa sayur dan buah-buahan seperti wortel, selada dan melon.

Sebagai hewan kesayangan, kecoa Madagaskar mempunyai daya tarik lain, yaitu tidak berbau seperti kecoa yang sering kita temui di lingkungan kotor. Keunggulan ini membuat kita semakin senang bermain dengannya.

Sayangnya, di Indonesia, untuk dijadikan hewan kesayangan, kecoa ini masih sulit di dapatkan. Harganya pun tidak murah. Di Amerika saja, sebagai hewan kesayangan, kecoa ini di hargai dengan harga yang mahal, sekitar 20 dolar Amerika.

Rata-rata kecoa Madagaskar bisa bertahan hidup hingga usia 2-3 tahun. Untuk membedakan antara jantan dengan betina sangat mudah. Anda tinggal melihatnya dari ukuran tubuhnya. Pejantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betina. Selain itu, pejantan juga memiliki tanduk kecil di dekat kepalanya. Jika diperhatikan lebih seksama, antena yang dimiliki pejantan terdapat rambut-rambut kecil.

Hewan bernama latin Gromphadorhina portentosa ini juga berprospek sebagai pakan binatang lain seperti ikan-ikan berwarna, reptil dan tarantula. Sekitar 60% protein tinggi terkandung dalam tubuhnya yang besar.

Jika Anda menginginkan warna pada ikan atau reptil yang anda miliki lebih atraktif, jangan ragu mencoba memberikan kecoa ini sebagai pakannya. Apalagi sebagai pakan, kecoa ini tidak pelu dilakukan perlakuan tambahan. Anda tinggal memberikan langsung ke ikan atau reptil anda. (*berbagai sumber)




Kecoa Raksasa


Rekor kecoa terbesar di dunia saat ini dimiliki oleh kecoa jenis giant burrowing cockroach atau rhinoceros cockroach (Macropanesthia rhinoceros). Kecoa ini ditemukan/berasal dari North Queensland, Australia dengan panjang badan 8-9 sentimeter dan berat 30-35 gram.

Kecoa Madagaskar atau Madagascar Hissing Cockroach (kecoa desis Madagaskar) juga masuk dalam kategori kecoa raksasa lainnya. Kecoa bernama latin Gromphadorhina protentosa ini berasal dari hutan Madagaskar yang terletak di sebelah timur Afrika. Rata-rata panjang badan kecoa Madagaskar sebesar 6 cm, namun kecoa ini bisa memiliki panjang hingga 8 sentimeter.

Di Indonesia, tepatnya di dekat mulut gua Talabar di kawasan karst Sangkulirang, Mangkalihat, Kalimantan Timur, seperti dikutip dari Tempo, Tim ekspedisi peneliti LIPI dan The Nature Conservancy (TNC) telah menemukan kecoa raksasa dengan panjang badan mencapai 10 sentimeter dengan lebar sekitar 3 sentimeter. Besar kecoa ini hampir tiga kali lipat besarnya dibanding kecoa yang sering ditemukan di rumah.

Tim ekspedisi ini menduga, kecoa yang mereka temukan tergolong jenis baru. Kecoa ini juga memiliki keunikan pada bagian belakang kepala dan bagian pipih di sisi toraks. Bentuk yang unik ini membuat kecoa ini dijuluki monster. Gerakan kecoa ini lambat sehingga mudah ditangkap. Makanannya pun hanya mengandalkan kotoran penghuni gua (guano).

Jika benar kecoa ini jenis baru, maka kecoa yang belum bernama ini akan mengalahkan rekor ukuran kecoa terbesar milik kecoa jenis giant burrowing cockroach atau rhinoceros cockroach (Macropanesthia rhinoceros).




Foto: http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/resources/phil_myers/blattaria/hissing_cockroach2.jpg/medium.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar